Disini saya akan membahas tentang 'eksposisi'.
Upss.. tapii kalo kalian ingin melihat yang lebih dengan style bisa dilihat lewat powerpoint dengan mengklik disini.
Mau tau lebih jelasnya, yuk simak bareng-bareng dibawah ini.
Pengertian Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah salah satu pengembangan paragraf dalam penulisannya yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan perngertian dengan gaya yang singkat, akurat dan padat.
Struktur Teks Eksposisi
- Pernyataan pendapat (tesis) : Menyajikan titik pandang argument yang akan disajikan
- Argumentasi : Memaparkan serangkaian argument yang disertai bukti-bukti atau fakta-fakta untuk memperkuat argument
- Penegasan ulang pendapat/Kesimpulan : Meringkas argument disertai dengan saran.
Ciri Umum Teks Eksposisi
•Berusaha menjelaskan tentang sesuatu
•Gaya
tulisan bersifat informatif
•Gaya
tulisan bersifat objektif
•Fakta dipakai sebagai alat konstribusi
•Fakta dipakai sebagai alat konkritasi
Ciri Kebahasaan Teks Eksposisi
- Selalu menggunakan kata ganti pronomina (Kita atau Saya)
- Selalu menggunakan konjungsi pada kenyataannya, kemudian atau lebih lanjut (kata hubung)
- Ada Kalimat Langsung
- Memakai Istilah
- Memakai Bahasa yang Baku
Jenis-Jenis Teks Eksposisi
- Eksposisi Definisi
Definisi krisis ekonomi adalah istilah yang digunakan di bidang ekonomi dan mengacu pada
perubahan drastis pada perekonomian. Perubahan ekonomi terjadi secara cepat mengarah pada turunnya nilai tukar uang dan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Krisis ekonomi dapat melanda suatu negara apabila perubahan perekonimian sudah tidak dapat dibendung lagi.
- Eksposisi Proses
Pernahkan Anda menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut? Bagaimana cara
mengatasinya? Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut. Pertama,
persipakan diri Anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu; kedua, pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut; ketiga, pupuk dan binalah rasa percaya diri; keempat, setelah timbul rasa percaya diri, pertebal keyakinan Anda; kelima, untuk menambah rasa percaya diri, kita harus menambah kecakapan atau keahlian melalui latihan atau belajar sungguh – sungguh.
- Eksposisi Klasifikasi
Contoh :
Menurut Asia Development Bank (ADB), kelas menengah memiliki rentang pengeluaran per
kapita per hari sebesar $2-20. Rentang inilah yang kini sering dipakai untuk mengukur jumlah
kelas menengah di Indonesia. Rentang pengeluaran per kapita tersebut dibagi ke dalam tiga
kelompok, yaitu masyarakat kelas menengah bawah (lower
middle class) dengan pengeluaran per
kapita per hari sebesar %2-4; kelas menengah tengah (middle-middle
class) sebesar $4-
10; dan ke;as menengah atas (upper-middle
class) $10-20 (PPP tahun 2005). Dengan
rentang pengeluaran$220, dapat didapatkan jumlah kelas menengah Indonesia sebanyak 134 juta
(2010) atau sekitar 200 juta orang.
- Eksposisi Ilustrasi
Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga Desa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata.
- Eksposisi Perbandingan atau Pertentangan
Sebenarnya, bukan hanya ITS yang menawarkan rumah instan sehat untuk Aceh atau dikenal
dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A). Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga menawarkan “Risha” alias Rumah Instan Sederhana Sehat. Modelnya hampir sama, gampang dibongkar-pasang, bahkan motonya “Pagi Pesan, Sore Huni”. Bedanya, sistem struktur dan konstruksi Risha memungkinkan rumah ini berbentuk panggung. Harga Risha sedikit lebih mahal, Rp 20 juta untuk tipe 36. akan tetapi, usianya dapat mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton bertulang, diperkuat pelat baja di bagian sambungannya. Kekuatannya terhadap gempa juga telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam.
- Eksposisi Laporan
Contoh
:
Pasca gempa dengan kekuatan 5,9 skala richter,
sebagian Yogyakarta dan Jawa Tengah luluh lantak.
Keadaan ini mengundang perhatian berbagai pihak.
Bantuan pun berdatangan dari dalam dan luar negeri.
Bantuan berbentuk makanan, obat-obatan, dan pakaian
dipusatkan di beberapa tempat. Hal ini dimaksudkan agar
pendistribusian bantuan tersebut lebih cepat. Tenaga
medis dari daerah-daerah lain pun berdatangan. Mereka
memberikan bantuan di beberapa rumah sakit dan tenda
– tenda darurat.
Langkah-langkah Menyusun Teks Eksposisi
•Menentukan topik
•Menentukan tujuan
•Membuat kerangka
•Mengumpulkan bahan
•Menulis karangan atau paparan
Contoh Teks Eksposisi
Kemacetan dan Masa Depan
Kota
By: Novi Erma
Tesis :
Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.Tesis :
Argumentasi :
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.
Pengegasan Ulang : Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.
Demikianlah yang bisa saya bahas tentang 'eksposisi' yang saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Saya ucapkan terima kasih banyak.
Wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar :
Posting Komentar